Sampah - Bisnis Masa Depan
- By Budi Walujo Tjokro
- Published 08/9/2007
- Bisnis
- Unrated
Sampah - Bisnis Masa Depan
Bila kita tidak tahu mengelola sampah, sampah merupakan ancaman untuk kehidupan manusia. Namun sebaliknya bila kita tahu memanfaatkan sampah, maka sampah merupakan peluang bisnis.
Salah satu faktor yang menyebabkan produk China bisa sangat murah ialah mereka tahu bagaimana cara mengelola sampah menjadi bahan baku produksi.
Kita tahu bahwa China ialah negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia yang sekarang telah mencapai lebih dari 1.2 milyar jiwa. Angka tersebut belum ditambah dengan jumlah pendatang yang terus bertambah drastis 5 tahun belakangan ini.
Secara logika, negara China juga merupakan negara yang memiliki sampah terbanyak di dunia.Bila jumlah sampah berbanding lurus dengan jumlah penduduk, maka Indonesia menempati urutan ke empat dunia yang memiliki sampah terbanyak.
Sejalan dengan pertambahan penduduk, diiringi oleh perkembagan tehnologi yang pesat serta tuntutan gaya hidup praktis ikut mendorong perkembangan sampah, baik dari segi kuantitas maupun jenisnya. Bila kita dapat mengelola sampah menjadi bahan baku produksi, maka sampah bisa dikatakan bisnis masa depan.
Sampah yang dapat diolah menjadi sumber bahan baku produksi misalnya plastik (botol minuman, kantongan), besi (besi tua), aluminium (botol minuman), timah, tembaga (kabel-kabel bekas), kertas (kertas koran). dll. Tehnologi untuk pengelolaan sampah inipun telah tersedia saat ini.
