Bisnis Parawisata

Tidak seperti barang, contohnya sepatu atau pakaian, yang bisa kita bandingkan langsung barang dan harganya misalnya buatan sepatu Nike China lebih murah dari Indonesia. 

Namun bisnis parawisata tidak bisa dibandingkan begitu saja, karena salah satu yang dijual ialah keindahan alam. 

Keindahan alam merupakan modal cuma-cuma yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia. Namun sepertinya para pemimpin negara khususnya pemimpin daerah kita belum memiliki antusias menggalakkan bisnis yang satu ini, malah ada yang dibiarkan sampai mati misalnya Danau Toba yang dulu begitu terkenal dengan keindahannya. Jangan-jangan candi Borobudur yang termasuk dalam salah satu keajaiban dunia, juga dibiarkan mati pelan-pelan.

Begitu banyak tempat wisata di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Mengapa tidak digali potensi daerahnya? Bila bisnis parawisata ini dikelola dengan baik, coba hitung berapa banyak pengangguran dapat berkurang?

Sebagai masukan kecil, di China, setiap tahun ada penambahan tempat-tempat wisata baru. Apapun bisa disulap menjadi tempat wisata sehingga masyarakat di sekitarnya bisa terangkat tingkat kesejahteraan hidupnya. Bagaimana dengan Indonesia?

Pemimpin yang berhasil diukur berdasarkan, seberapa tinggi tingkat kesejahteraan yang diperoleh oleh masyarakat paling bawah. Bukan ukuran ukuran canggih yang tidak dapat dimengerti oleh rakyat kita yang belum sekolah.




Comments

No Comments Found.
No popular authors found.
No popular articles found.