- Home
- Indonesiaku
- Trend Baru: KORUPTOR Indonesia
Trend Baru: KORUPTOR Indonesia
- By Bejo S.
- Published 08/15/2007
- Indonesiaku
-
Rating:




Bejo S.
View all articles by Bejo S.Trend Baru: KORUPTOR Indonesia
Topik mengenai korupsi beserta pelakunya yang namanya KORUPTOR memang selalu menjadi tema hangat di negeri ini. Bahkan di forum internasional, tutup mata dan tanpa kerja keras, Indonesia pasti akan meraih peringkat yang tinggi untuk kategori Negara KORUP. Untuk menjadi negara TERKORUP-pun, Indonesia tidak mengalami kesulitan karena korupsi sudah menjadi budaya, latihannya setiap hari, dilakukan secara berjamaah dari atas sampai ke bawah.
Pada awal pemerintah SBY, ada terasa semacam shock theraphy bagi KORUPTOR. Dengan berjalannya waktu, para koruptor kita juga belajar giat sehingga mereka berhasil menemukan terapi untuk dirinya sendiri. Dan teknik terapi inilah yang saya sebut sebagai "trend baru" koruptor Indonesia.
Apa contoh-contoh atau ciiri-ciri "trend baru" itu?
- KORUPTOR BERGAYA SELEBRITIS. Dulu yang menjadi tersangka korupsi, mereka berusaha menghindar dari kamera wartawan. Dan bila tersorot kamera, mereka berusaha menutupi wajah utuhnya, ada rasa "malu". Sekarang para tersangka korupsi sudah tidak begitu, ada yang berpose dengan gaya tersenyum. Ada yang berpose dengan gaya mengepalkan tangan sambil berkata lantang dengan kalimat yang biasanya tidak bisa dipahami atau tidak masuk akal manusia. Ada juga yang tampil dengan pose wajah kasihan dan berkata " saya telah difitnah". Ada yang bergaya marah-marah dengan sedikit pernyataan ancaman "jika saya diputus bersalah, maka saya akan membuka kasus ini ke publik, bukan hanya saya saja yang terlibat".
- KORUPTOR BERPROFESI PENULIS. Trend lain yang muncul dari koruptor yang pernah nangkring di penjara ataupun yang masih bebas berkeliaran di luar penjara ialah peralihan profesi ke penulis. Baik menjadi penulis buku bibliografi atau pengalaman pribadi (pengalaman difitnah, pengalaman di penjara). Tidak heran 5 tahun belakangan ini banyak beredar buku-buku sejenis ini yang intinya tidak jauh: mengkalim diri tidak bersalah, korban situasi dan celakanya ada yang masih mengklaim dirinya heroik.
Kenapa "trend baru" itu bisa tercipta? Karena bagi sebagian koruptor, penjara itu bukan tempat yang hina lagi. Di sana merupakan tempat berkumpul teman dan kerabat, dari konglomerat, pejabat tinggi, selebritis sampai guru besar.
