Hasil akhir pembangunan busway di sana-sini pasti akan memberi manfaat bagi warga Jakarta. Itulah salah satu alasan yang masuk akal bagi yang punya proyek.

 

Namun akibat pembagunan secara serentak jalur busway koridor VIII, IX dan X memberi dampak kerugian waktu, uang dan polusi yang cukup besar terhadap warga Jakarta terutama warga pemakai jalan. Menurut perhitungan para pakar, kerugian materi yang telah ditimbulkan selama pembangunan busway koridor VIII, IX dan X ini telah melampaui angka 20 trilyun rupiah (angka ini telah saya diskon 50%). Belum kerugian lingkungan berupa polusi udara akibat kemacetan ini.

 

Mari kita bertukar pikiran, apakah penggagas pembangunan busway ini tidak tahu, dampak yang akan ditimbulkan akibat pembangunan jalur busway secara serentak ini? Tentu tahu persis. Kita menyadari pembangunan busway ini merupakan proyek besar. Bagi orang yang berkepentingan, lebih cepat selesai berarti lebih baik, bukan? Lu mau sesak nafas, sengsara, protes, teriak, rugi bensin, rugi waktu, kena polusi dan lain-lain akibat macet, emangnya gua pikirin. Mau protes silakan, gua sudah siapin seribu satu alasan yang masuk akal, kenapa busway ini harus dibangun.

 

Seharusnya pembangunan busway ini bisa dilakukan secara bertahap, sebagai konsekuensinya, memang waktu yang dibutuhkan lebih panjang. Kalau negara pro rakyat, tentu alternatif ini jauh lebih baik. Bagaimana menurut anda, para pembaca?