ArticleTunnel - BorobudurBiz - http://www.borobudurbiz.com/artindo
Semoga “Visit Indonesia 2008” sukses!
http://www.borobudurbiz.com/artindo/articles/65/1/Semoga-aVisit-Indonesia-2008a-sukses/Page1.html
Budi Walujo Tjokro
Budi Walujo Tjokro
CEO BorobudurBiz 
By Budi Walujo Tjokro
Published on 01/1/2008
 

Tidak ada istilah terlambat untuk mempromosikan Indonesia ke dunia. Langkah awal ini merupakan usaha pemerintah Indonesia yang patut didukung oleh semua elemen termasuk wakil konjen Indonesia di luar negeri dan para pebisnis yang berkecimpung dalam bisnis parawisata di tanah air.


Semoga “Visit Indonesia 2008” sukses!
Tidak ada istilah terlambat untuk mempromosikan Indonesia ke dunia. Langkah awal ini merupakan usaha pemerintah Indonesia yang patut didukung oleh semua elemen termasuk wakil konjen Indonesia di luar negeri dan para pebisnis yang berkecimpung dalam bisnis parawisata di tanah air.

Memang bisa dimaklumi bahwa sarana dan prasarana yang mendukung bisnis parawisata ini masih sangat minim ketersediaannya di kebanyakan daerah di Indonesia, namun setidaknya kita harus mampu menyediakan informasi kepada para turis.

Penyediaan dan ketersediaan informasi merupakan hal yang sangat krusial, baik sebelum maupun setelah turis datang ke Indonesia. Informasi ini perlu disempurnakan dari waktu ke waktu agar turis yang telah datang ke Indonesia tidak kebingungan untuk mengakses informasi yang mereka perlukan. Untuk hal ini kita tidak perlu malu mencontoh negara tetangga yang sistem parawisatanya lebih maju dari Indonesia seperti Singapura atau Malaysia.

Mari kita ambil satu contoh dari Malaysia yang sekarang lagi giat-giatnya mempromosikan bisnis parawisatnya. Untuk penyebaran informasi parawisata, mereka berani memasang iklan di website yang ramai diakses dunia misalnya CNN. Terus bekerjasama dengan maskapai Malaysia memasang iklan yang memberi diskon khusus di surat kabar negara tetangga.. Dan para turis tidak akan mengalami kehampaan informasi parawisata bila mereka berada di bandara, hotel mapun di setiap kantor agen perjalanan. Nah, usaha minimum ini harus segera kita lakukan. Kelihatannya tidak begitu susah bukan?

Masukan untuk pihak swasta seperti hotel, maskapai penerbangan atau biro perjalanan harus selalu menguprade diri misalnya penyediaan informasi yang lebih lengkap melalui website, customer service online atau penyediakan fasilitas untuk transaksi online dsb.

Sedangkan untuk pihak pemerintah khususnya pemerintahan daerah, juga wajib membangun situs online dengan menyediakan informasi parawisata di daerahnya masing-masing.

Api obor telah dinyalakan, tinggal kita yang menjaga agar api tersebut tidak padam sehingga 'Visit Indonesia 2008' tidak berakhir dengan slogan saja. Sekali lagi bisnis parawisata ini harus dikerjakan secara sinergi oleh berbagai komponen bangsa, baik oleh konjen Indonesia yang berada di negera sahabat, departmen parawisata, para pemimpin di tingkat daerah maupun para pebisnis yang berkaitan erat dengan industri parawisata ini.

Semoga program ‘Visit Indonesia 2008’ sukses!