Indonesia hidup dalam suatu tatanan ekonomi global, yang hidup berdampingan dengan negara besar sekelas  Amerika Serikat (AS). AS  merupakan negara besar yang memiliki  pasar yang besar pula yang selama ini merupakan tujuan ekspor dari banyak negara di dunia. Jika hari ini terjadi krisis finansial di AS maka suka atau tidak suka, ekonomi negara lain juga akan kecipratan imbasnya.  Bagaimana Indonesia mensiasati krisis global ini?

Dengan adanya krisis finansial di AS, maka omzet para eksportir yang semula pasar tujuannya ke AS, menurut analisa  akan turun dalam waktu paling lambat 3 bulan setelah terjadinya krisis ini. Sehubungan dengan krisis tersebut maka para eksportir yang tadinya mengekspor produknya ke AS akan membidik  negara lain untuk melempar produknya termasuk China. Semua negara termasuk Indonesia harus mewaspadai membanjirnya produk China. Jika salah urus, maka industri dalam negeri akan banyak yang bangkrut. Harus diingat, Indonesia merupakan negara keempat terbesar populasinya di dunia sehingga tetap merupakan pasar potensial bidikan produk China.

Jika krisis keuangan dunia telah terjadi, maka pemerintah harus menjaga gawang sendiri dengan memfilter barang-barang impor dengan ketat. Berikutnya bangsa Indonesia  harus membiasakan diri untuk mengkomsumsi dan memakai produk buatan dalam negeri. Juga pemerintah harus berani memberikan kredit murah untuk UKM. Dan yang terakhir pengusaha dan pemerintah harus saling bahu membahu mencari tujuan ekspor baru untuk memasarkan produk Indonesia.